Pria Bisa Terserang Virus Kanker Serviks?

Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu jenis kanker yang menakutkan bagi kaum wanita. Kanker ini adalah jenis penyakit yang paling umum di seluruh dunia yang biasa diderita wanita di atas usia 15 tahun.

Kanker ini disebabkan oleh Human Papilorna Virus (HPV) pada wanita. Tetapi tahukah Anda bahwa virus penyebab kematian banyak wanita di dunia ini ternyata juga bisa menyerang pria?

Menurut sebuah studi, ternyata virus ini bisa berkontribusi meningkatkan jumlah kasus kanker tenggorokan pada pria di Eropa

Penelitian baru menemukan bahwa pria yang sering melakukan seks oral berkontribusi mengalami epidemi baru orpharyngeal kanker sel skuamosa, di mana kanker ini menyerang tonsil tenggorokan dan pangkal lidah.

"Kanker ini menyerang 85 persen pria dan 15 persen wanita," kata Dr John Deeken, seorang ahli onkologi medis di Universitas Georgetown seperti dikutip dari ABC News . "Dikhawatirkan jumlah kasusnya semakin banyak,” tambahnya.

HPV adalah infeksi menular seksual paling umum. Ditularkan melalui kontak kelamin melalui vagina dan dubur. HPV juga dapat menyebabkan kanker vulva, vagina, penis dan anus. Dan ada beberapa bukti dikaitkan dengan kanker kerongkongan dan paru-paru.

Administrasi Makanan dan Obat (FDA) menyetujui penggunaan Gardasil, vaksin, untuk anak perempuan pada tahun 2006 dan untuk anak laki-laki untuk mengobati kutil kelamin dan dubur pada tahun 2009.

Namun, dokter menyatakan kurangnya kesadaran masyarakat dunia akan hal ini bisa menyebabkan makin bertambahnya kasus. Masyarakat diminta waspada dan selalu melakukan cek kesehatan untuk mendeteksi kemungkinan timbulnya berbagai penyakit berbahaya seperti kanker.

Oral seks telah menjadi cara berhubungan intim paling umum selain berhubungan seks secara langsung. Mereka yang memiliki pasangan seks lebih banyak, dan pernah melakukan hubungan seks sebelum menikah bisa mengakibatkan menularnya penyakit kanker mulut akibat HPV. Laporan ini berdasarkan penelitian di Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan (CDC) yang dilaporkan Emerging Infectious Diseases.
VIVAnews

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima Kasih Komentarnya. No Porn No Spam

Home - About - Order - Testimonial
Copyright © 2010 andri4healthy All Rights Reserved.