Seks Lebih Dini Bagi Remaja Gemar ber-SMS

Ponsel memang sekarang bukan barang yang mewah, hampir setiap orang memilikinya, dari orang tua sampai anak-anak. Teknologi yang satu ini memang sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa lepas dari kita.

Tapi Anda perlu tahu dan waspada, terutama kepada orang tua yang memiliki anak remaja. Karena seperti dilansir media indonesia dari sebuah penelitian, ditemukan bahwa remaja yang suka ber-SMS ria lebih cenderung untuk melakukan seks!.

Menurut penelitian itu, remaja yang mengirimkan lebih dari 100 SMS per harinya memiliki kecenderungan lebih besar untuk melakukan hubungan seks dan menggunakan narkoba. Aktivitas ber-SMS yang terbilang berlebihan di kalangan remaja, ditengarai para peneliti, membuat remaja lebih rentan terhadap perilaku buruk lainya seperti merokok, minum alkohol, berkelahi, dan berhubungan seksual, menurut studi yang telah dirilis oleh Akademi Ilmu Kesehatan Universitas Case Western Reserve, Cleveland, Ohio.

Kesimpulan itu didapat berdasarkan hasil survei terhadap 4.200 siswa dari 20 sekolah menengan atas di Cleveland pada tahun lalu. Ditemukan, aktivitas SMS yang tergolong berlebihan ditemukan pada 19,8 persen siswa tersebut. Sebagian besarnya ternyata perempuan yang berasal dari ekonomi kalangan menengah ke bawah, minoritas, dan dibesarkan oleh orang tua tunggal.

Jika dibandingkan dengan mereka yang biasa saja dalam ber-SMS, sebesar 40 persen siswa yang hobi SMS lebih cenderung untuk mencoba rokok dan dua kalinya lebih cenderung mencoba minuman beralkohol. Lebih dari separuhnya bahkan lebih rentan mengalami perkelahian dan sepertiganya lebih rentan terhadap hubungan seksual.

Dr Scott Frank, ketua penelitian studi ini menuturkan orang tua semestinya lebih waspada akan bahaya kesehatan akibat aktivitas SMS ini."Di balik kecangggihan teknologi, teryata dampak buruk terhadap remaja sangatlah berbahaya," katanya.

Untuk itu, ia menyarankan agar orang tua bisa menjaga anak mereka. Bukan dengan melarangnya menggunakan ponsel atau mengikuti situs jaringan sosial, melainkan dengan mengawasi agar mereka tidak berlebihan dalam menggunakannya.

Sumber: mediaindonesia


1 komentar:

Urang Lembur mengatakan...

Perkembangan teknologi pastilah memiliki dampak positif dan negatif, tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Poskan Komentar

Terima Kasih Komentarnya. No Porn No Spam

Home - About - Order - Testimonial
Copyright © 2010 andri4healthy All Rights Reserved.